Sabtu, 23 Januari 2010

Sunatan Dibatalkan, Dinkes Sumenep Kecewakan Masyarakat


Sumenep - Akibat Sunatan Massal dibatalkan sepihak, banyak masyarakat Sumenep menyatakan kecewa terhadap Dinas Kesehatan Sumenep. Pembatalan ini dilakukan sepihak dan tanpa alasan yang jelas. Rencananya acara akan dilakasanakan lembaga kemasyarakatan Azasi Hasan Center (AHC) 25-26 Januari 2010.

Dijejaring facebook sudah banyak masyarakat yang mengecam Dinkes Sumenep. Mereka menuangkan kekecewannya di dinding facebook Azasi Hasan Center. Masyarakat kecewa dengan mengatakan, acara ini seharusnya jangan dipolitisir karena menyangkut aksi sosial yang diperuntukkan kepada rakyat kecil.

”Cari solusi terbaik, demi keutuhan simpatisan di daerah-daerah.Kasihan anak-anak dan saudara kita yang memang mengharap & menanti kegiatan Sunatan Massal, yang di programkan Azasi Hasan center. Masih ada beberapa waktu lagi untuk berfikir demi kesuksesan bersama,” tulis Anggara dari Masalembu di facebook, Kamis, (21/01).

Sementara Ayak Mursid Sanjaya lebih tegas lagi. Ia mengungkapkan kekecewaannya di facebook Azasi Hasan Center. ”Kita ngak abis fikir, kok tega-teganya menjelang hari H dibatalkan. Sungguh dlolim sekali, kasihan masyarakat bawah yang sudah menanti sunatan massal ini,” ungkapnya dengan rasa kecewa.

Selain nama Anggara dan Ayak Mursid Sanjaya yang mengungkapkan rasa kekecewaannya. Ratusan para facebooker yang tergabung Azasi Hasan Center juga menuangkan dukungan moril dan ungkapan rasa kekecewan. Dimana banyak tulisan dukungan kepada Azasi Hasan di dinding facebook dan jejaring grup Azasi Hasan Center.

Dukungan moril dari masyarakat ini dibenarkan oleh Azasi Hasan, Pembina lembaga kemasyarakatan Azasi Hasan Center. ”Memang banyak sms, pesan lewat facebook dan telpon ke saya menanyakan, kenapa bisa dibatalakan sepihak,” kata Azasi Hasan saat dikomfirmasi, Kamis, (21/10).

Menurutnya, kami atas nama Azasi Hasan Center menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat. Mengingat pelaksanaan sunatan massal ini dibatalkan mendadak. Dimana adanya pembatalan sepihak dan tidak adanya alasan yang jelas dari Dinkes Sumenep, kita tidak perlu berpolemik dalam hal ini, mari kita cari solusinya demi masyarakat, para pendaftar yang akan disunat tersebut dari golongan yang tidak mampu lho...!!

”Kerjasama AHC dengan Dinkes Sumenep telah mendapat persetujuan resmi dengan surat no. 445/3636/435.102/2009 tgl 11-12-2009. Namun menjelang pelaksanaan kami menerima surat pembatalan sepihak dari Dinkes Sumenep. Dimana alasan pembatalan tersebut tidak jelas, dengan melalui surat No. 445/0086/435.102/2010 Tgl 20-01-2010,” terang Azasi Hasan dengan lugas.

Pria kelahiran Sumenep, 28 Juli 1968 ini mengatakan, Sehubungan dengan pembatalan sunatan massal. Azasi Hasan Center insya Allah, akan tetap melaksanakan sunatan massal dengan waktu & tempat ditentukan kemudian. Dimana nantinya akan bekerjasama dengan pihak swasta, dan lembaga kemasyarakatan yang lebih profesional dan independen. Kita butuh waktu dan harus menyiapkan tempat, logistik, SDM dll.

Kami sebagai lembaga publik yang bergerak dibidang sosial dan kemanusiaan akan terus melakukan aksi sosial untuk berpacu dalam kebajikan tanpa pretensi kultur, ideologi, dan politik. Mohon do’anya agar Azasi Hasan Center diberi kekuatan dalam menghadapi semua ini, kata Azasi hasan dengan tetap menunjukkan semangat dan ketegarannya.

Azasi Hasan menambahkan bahwa, Azasi Hasan Center alasan awal memilih bekerjasama dengan Dinkes Sumenep. Ia memilih Puskesmas karena tempat dinilai lebih steril di puskesmas. Selain itu biaya-biaya bisa semua masuk ke PAD yang notabene menjadi pemasukan ke kas Pemda.

”Bisa dibayangkan kalau per anak Rp. 75 ribu dengan pendaftar 20 ribu diseluruh kecamatan. Tentunya akan masuk ke kas pemda sejumlah 1.5 Milyard. Namun kami menyadari, rekan-rekan di Dinas Kesehatan Sumenep jangan sampai menjadi karbon pretensi politik ke depannya; ujar Azasi Hasan, sedikit memaklumi tekanan yang kuat selama ini.

Sementara dr. Susianto Kepala Dinas Kesehatan Sumenep ketika di komfirmasi, Kamis (21/10) tidak bisa menjelaskan dengan jelas kenapa terjadi pembatalan sepihak. Ia hanya menjawab, untuk hal tersebut dari hati yang besar dan kami terima. ”Masalah pelayanan Puskesmas tetap seperti yang ada selama ini. Kami tetap akan menerima pelayanan sunatan walau cuma sekitar 5-7 orang,” kata Susianto melalui telepon selularnya.

Kesan Dinkes mengalihkan perhatian mulai terlihat. Ketika ada pertanyaan, kenapa dibatalkan mendadak dan sepihak. ”Kami menerima hasil dan tanyakan saja kepada pak Acik (red-Azasi Hasan) saja, yang sangat dalam pemikirannya, yaitu sukses dan kondusif,” kata Susianto berkelit saat menjawab. (adv)

Kamis, 21 Januari 2010

INFORMASI PENUNDAAN DAN PEMBATALAN SUNATAN MASSAL

Aww.Wr.Wb.

Bpk/ibu/sdr2: Kami atas nama Azasi Hasan Center (AHC) mhn maaf yg sebesar2, pelaksanaan sunatan massal ditunda dg alasan sbb :

1. Kerjasama AHC dg dinkes telah mendapat persetujuan resmi dr Dinkes dg surat no. 445/3636/435.102/2009 tgl 11-12-2009,

2. Menjelang pelaksanaan kami terima surat PEMBATALAN sepihak dr Dinkes dg alasan tidak jelas dg surat No. 445/0086/435.102/2010 Tgl 20-01-2010,

3. Sehubungan dg point 2 tsb, sunatan massal ttp akan diadakan dg wkt & tempat ditentukan kemudian bekerjasama dg pihak swasta, 4.Mhn doanya agr AHC diberikan kekuatan dlm menghadapi semua ini.

Kami sbg lembaga publik yg bergerak dibidang sosial & kemanusiaan akan terus ber FASTABIQUL KHAIRAT tanpa pretensi kultur, ideologi & politik.

Wass.Wr.Wb

(Azasi Hasan)

Minggu, 17 Januari 2010

Slamet Effendy Yusuf Tawarkan Modernisasi Organisasi NU


Sabtu, 16 Januari

Jakarta, Muktamar
Mantan ketua umum PP GP Ansor NU H Slamet Effendy Yusuf yang juga digadang sebagai salah seorang calon ketua umum PBNU menegaskan pentingnya NU dikelola dengan managemen organisasi modern. Jika tidak, potensi NU akan mandek dan stuktur organisasinya tidak bisa bersinergi satu sama lain.

”Modernisasi organisasi NU Mutlak dilakukan. NU pascamuktamar harus dikelola dengan prinsip managemen dan organiasasi yang modern,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (16/1).

Pembaharuan pengorganisasian organisasi NU, kata Slamet, sangat mendesak mengingat NU mempunyai struktur organisasi yang komplek, dari Syuriyah-Tanfidziyah hingga sejumlah lembaga, lajnah dan badan otonom di bawahnya.

”Tanpa pengelolaan yang bertumpu pada prinsip managemen dan organisasi modern, akan terlalu banyak potensi yang mandek, tidak bergerah dan tidak mampu membangun sinergi, sehingga tujuan organisasi tidak tercapai secara optimal,” katanya.

Ia menambahkan, secara kelembagaan Syuriyah-Tanfidziyah perlu menegaskan fungsi dan peran secara proporsional. Syuriyah harus dikembalikan fungsinya sebagai pengambil keputusan. Sementara tanfidziyah berfungsi sebagai pelaksana organisasi.

”Tanfidziyah sebagai pelaksana harus melakukan, mengimplementasikan dan menjalankan kebijakan organiassi yang telah ditentukan oleh syuriyah. Dengan demikian syuriyah dan tanfidziyah mempunyai hubungan fungsional yang saling memperkuat,” katanya.

Menurutnya, peran tanfidziyah yang terlalu dominan pada beberapa periode terakhir ini harus diakhiri dengan menguatkan kembali syuriyah. ”Namun ini bukan berarti melemahkan tanfidziyah,” katanya.

Dalam kesempatan itu Slamet mengingatkan, NU harus mempunyai prioritas program. Menurutnya, ada empat program yang perlu menjadi prioritas dalam lima tahun kedepan yakni peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, pendayagunaan potensi ekonomi warga, serta program pengkaderan dan penguatan jaringan NU.

Menurut Slamet, Muktamar ke-32 NU yang akan digelar di Makassar Maret mendatang menjadi momentum terpentuing bagi organisasi NU ke depan. Karena itu muktamar harus dibawa pada pergulatan yang konseptual dalam rangka pembaharuan organisasi dan peningkatan kiprah NU bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. (nam)

http://muktamar.nu.or.id/page.php?lang=id&area=Zmlyc3RfcGFnZQ%3D%3D&lks=ZGluYW1pY0RldGls&cid=MQ%3D%3D&idNya=93

Berkat Dukungan Ulama, Sesepuh dan Pengurus Partai


Cabup Visioner Azasi Hasan Lolos Konvensi

Sumenep - Kandidat Bakal Calon Bupati Sumenep Azasi Hasan, SE, MM dinyatakan lolos Konvensi dan Rapimcab DPC PPP Sumenep. Ia lolos dalam Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati 2010-2015 di Aula Gedung RRI Sumenep, Minggu malam (10/01). Pada agenda besar partai berlambang ka’bah ini, Azasi Hasan terpilih bersama kandidat dua nama lain yang mengikuti acara konvensi.

Bersama itu konvensi juga menetapan tiga nama bakal calon yang lolos sebagai bakal calon wakil bupati. Azasi Hasan lolos sebagai kandidat bakal calon bupati karena dianggap memiliki visi-misi untuk mewujudkan perubahan nyata. Dimana pada penyampaian visi-misi Azasi Hasan mampu menguraikan secara singkat, padat dan tepat sararan.

Bahkan saat sambutan, banyak terikan dan tepuk dari peserta, pengurus partai dan undangan sebagai bentuk dukungan. Hadir empat panelis sebagai penanggap atas penguraian visi-misi yang dilontarkan semua bakal calon bupati dan wakil bupati. Diantaranya Hariyadi (Unair), Sri Adiningsih (UGM), Ach. Novel (Unija) dan dr. Kusmuni Dali Ketua IDI Sumenep

Dihadapan peserta dan panelis ia menyampaikan visi-misinya. Azasi Hasan menyampaikan bahwa visinya adalah Mewujudkan Sumenep Sejahtera & Berahlak Melalui penyelenggara Pemerintahan Yang Bersih, Demokratis & Efisien. ”Untuk mewujudkan visi pembangunan seperti dimaksud visi tersebut, kami akan merumuskan misi pembangunan agar tujuannya dapat tercapai,” kata Azasi Hasan yang saat ini sebagai Secretary Corporate Bank BNI 1946

Secara garis besar, misi pembangunan Kabupaten Sumenep Tahun 2010-2015, Azasi Hasan diantaranya, Peningkatan aksebilitas pelayanan pendidikan yang murah, bermutu, disegala bidang demi peningkatan kualitas SDM, yang berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Meningkatkan aksebilitas pelayanan kesehatan yang murah & memadai untuk peningkatan produktivitas masyarakat.

Selanjutnya, Perluasan lapangan kerja untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan hidup rakyat dengan memberdayakan perekonomian rakyat yang berbasis pertanian, nelayan, pengusaha kecil & menengah. Meningkatkan perekonomian daerah melalui pengembangan industri, perdagangan yang berdaya saing berbasiskan potensi daerah & pengelolaan potensi ekonomi rakyat melalui kemitraan antar pelaku ekonomi.

Ditambahkan juga bahwa, perlunya mengoptimalkan pengelolaan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang produktif, berdaya saing, adil, merata & ramah lingkungan serta berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Perimbangan pembangunan disemua daerah secara terpadu & proporsional. Mewujudkan birokrasi profesional dalam rangka peningkatan pelayanan publik. Dan terakhir peningkatan keamanan, ketertiban, supremasi hukum, stabilitas politik & HAM.

Sementara dalam rangka mewujudkan visi-misi pembangunan Sumenep kedepan yang telah diuraikan. Tentunya diperlukan kerangka strategis agar proses dan langkah terseut dapat lebih terarahkan. ”Yakni dengan cara menterpadukan secara harmonis penyelenggaraan tugas pemerintahan, tugas pemberdayaan masyarakat dan tugas pembangunan,” jelas pria kelahiran Sumenep, 28 Juli 1968 ini.

Azasi Hasan juga menjelaskan, penyelenggaraan tugas pembangunan harus dengan program-program prioritas dan terarah. Diharapkan dapat mencapai atau mewujudkan visi dan misi pembangunan Sumenep yang telah ditetapkan. ”Adapun strategi pembangunan yang kita terjemahkan diantaranya; Strategi Bidang Pemerintahan, Strategi di Bidang Pembangunan dan Strategi di Bidang Kemasyarakatan,” ujarnya.

Adapun menurutnya strategi tersebut, memerlukan komitmen penyelenggaraan tugas pemerintahan, tugas pemberdayaan masyarakat, dan tugas pelaksanaan pembangunan. ”Secara garis besar dapat dijelaskan dengan, Pengembangan ekonomi sektor riil, Pengembangan Kualitas Pendidikan dan Ponpes, Peningkatan Pelayanan Kesehatan, Penegakan Supremasi Hukum, Otonomi Daerah dan Pengembangan Potensi Daerah,” tandasnya.

Lolosnya Azasi Hasan tidak lepas karena dukungan dari ulama, sesepuh, pengurus Partai. Dimana menghadiri konvensi terlihat hadir diantaranya, tokoh ulama, tokoh masyarakat dan pemuda, tim sukses dan pendukung Azasi Hasan mendampingi dirinya. Turut juga hadir beberapa pengurus Pimpinan Anak Cabang PPP dan sesepuh PPP Sumenep ikut mendampingi dirinya.

Langkah kedapan Sesuai Pasal 5 Juklak Desk Pilkada DPP PPP tentang Pengusulan, Pengajuan dan Penetapan Bakal Calon Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota. Ayat 2 tertulis apabila tidak memenuhi persyaratan untuk mencalonkan paket calon sendiri, maka DPC dapat melakukan koalisi dengan partai politik yang memiliki kesamaan visi, misi dan Khittah Program Perjuangan PPP.

”Kami juga akan terus menggalang komunikasi dan mencari tambahan dukungan koalisi dengan parpol lainnya. Agar dukungan meluas dan merata. Sehingga dengan dukungan tersebut, cita-cita kemenangan yang kita harapkan kemenangan bisa tercapai,” terang Azasi Hasan.

Selanjutnya sebagaimana poin penting pada Pasal 5 ayat 3 menyebutkan, Pertimbangan kemungkinan terpilih sebagaimana pada ayat 2 didasarkan atas kecendrungan pendapat masyarakat yang diantaranya, didapatkan melalui survey pendapat masyarakat yang dilaksanakan Lembaga Survey Opini Publik. Baik yang dikelola oleh Partai maupun Lembaga Survey Indonesia.

Setelah lolos konvensi Azasi Hasan akan terus berkonsentrasi pada membangun komunikasi politik agar bisa lolos pada tahapan konvensi berikutnya. Selain itu ia terus akan menggalang dukungan suara dan melakukan sosialisasi dalam rangka meningkatkan elektabilas. Agar DPW PPP Jawa Timur dan DPP PPP memilih, merekomendasikan dan menetapkan dirinya sebagai satu-satunya Bakal Calon Bupati Sumenep 2010-2015. (adv)

Jumat, 08 Januari 2010

Jelang Pilkada Sumenep 2010-2015 Konvensi PPP Harus Transparan


Oleh Syafrudin Budiman, SIP
Pemerhati Sosial Politik dan Media

Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Sumenep tepat tanggal 10 Januari 2010 akan menggelar Konvensi dan Penjaringan. Agenda besar ini untuk menjaring kandidat Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep periode 2010-2015.

Tentunya perhetalan ini harus dilaksanakan tranparan dan akuntable dalam pelaksanaan penjaringan. Mengingat PPP merupakan partai politik yang paling diminati oleh para kandidat bakal calon.

Berdasarkan batas akhir pendaftaran bacabup pada Jumat pukul 13:30 WIB, jumlah bacabup yang mendaftar pada PPP berjumlah 11 orang. Ke-11 bacabup yang mendaftar pada PPP adalah Drs. H. Azasi Hasan, SE, MM, Mustafa Supangat, Ir. H. Sugianto, KH. Muhsin Amir dan Dr. Drs. H. Moh. Sajali, SH, MM. Selanjutnya KH. Subaidi, KH. Drs. Abdul Muiz, MM, KH. RB. Ahmad Muhammad, KH. RP. A. Mujahid Anshori, Ir. H. Sungkono Sidik, S.Sos, M.Si dan Ir. R. Bambang Mursalin, MM. MBA.

Hal ini menunjukkan indikator bahwa PPP Sumenep menjadi parpol yang paling diminati dan dipercaya. Sangat jauh jika dibandingkan dengan konvensi dan penjaringan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep yang hanya diikuti empat orang.

Alasan ini menjadi empiris mengingat sebelumnya DPC PPP Sumenep bersama DPC PPNUI berhasil mengantarkan KH. Ramdlan Siradj dan Moch. Dahlan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep periode 2005-2010.

Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir Komisi Pemilihan Umum (KPU) pasangan yang diusung PPP ini berhasil meraup suara tertinggi. Terbukti pasangan KH. Moh. Ramdlan Siradj - Moch Dahlan memperoleh suara 247.939 suara, diikuti pasangan Abuya Busyro Karim-Mohammad Ramli sebanyak 115.927 suara.

Sedangkan di posisi ketiga pasangan Majid Tawil-Wakir Abdullah dengan perolehan suara 92.711 suara. Sementara pasangan Mu’is Aliwafa-Siti Aisyah berada di posisi keempat dan disusul pasangan Afif hasan-Malik Effendi di posisi terakhir.

Pertanyaan berikutnya mampukah PPP Sumenep mampu memenangi pertarungan politik pilkada 2010 mendatang. Mengingat sekarang tidak ada calon dari incumben dan persaingan antar kandidat dengan pasangan parpol lain semakin ketat. Jangan sampai peluang didepan mata merebut kursi kekuasaan untuk kedua kalinya lepas dari genggaman tangan.

Sesuai juklak DPP melalui SK DPP PPP No 0164/- KPTS/DPP/V/2007 tentang Juklak Pengajuan Calon Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota pada Pilkada mengalami perubahan. Dimana sebelumnya calon yang akan diusung ditetapkan DPC yang merekomendasikan dua calon menjadi tiga pasang calon ke DPW.

PPP Sumenep akan menentukan calon usungannya dalam forum Rapimcab yang dijadwalkan 10 Januari 2010, sekaligus mendengarkan pemaparan visi dan misi calon. Setelah itu setiap PAC akan memberikan pemandangan umum mengenai calon. Selanjutnya akan ditetapkan Tim 5 Desk Pilkada DPC PPP menetapkan sedikitnya tiga pasang calon.

Apabila dalam rapimcab tersebut nanti akan dilakukan melalui voting. Sebanyak 27 PAC yang ada di Kabupaten Sumenep memiliki hak masing-masing PAC satu suara dan serta DPC satu suara. Sementara DPW yang akan hadir hanya memiliki hak bicara.

Dalam penyampaian visi dan misi calon nantinya akan bisa dilihat. Siapakah kandidat yang visioner dan mempunyai konsep yang jelas dan kongkrit. Terutama dalam melakukan perubahan nyata kedepan yang lebih baik. Dimana seorang bupati tidak hanya dituntut mengelolah daerahnya saja.

Sosok bupati kedepan diharapkan mampu mensinergikan dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur. Menjelang pengembangan kawasan Suramadu untuk memperluas akselerasi ekonomi Madura. Sangat dibutuhkan pemimpin yang visioner berjiwa enterpreneur dan mempunyai leadership yang handal.

Mengingat Sumenep selama 5 tahun terakhir bergerak pada posisi stagnan. Tidak terlalu bergerak maju dan cenderung bisa mengalami kemunduran. Sosok bupati kedepan dituntut memiliki visi, misi yang jelas kepada partai dan masyarakat. Seorang Bakal Calon PPP Sumenep juga harus memiliki elektabilitas yang tinggi, populer dan disukai masyarakat. Sehingga nantinya bisa terpilih dan bisa menjadi sandaran partai untuk menuju Pileg 2014 nantinya.

Pada konvensi dan penjaringan suara dan aspirasi PAC PPP dan para sesepuh PPP sangat dibutuhkan. Khususnya dalam penentuan penjaringan dan penetapan kandidat Bakal Calon PPP Sumenep. Tim 5 Desk Pilkada DPC PPP Sumenep diharapkan fair, transparan dan bisa dipertanggungjawabkan (akuntable). Baik kepada simpatisan, kader dan pengurus ranting sampai DPP PPP.

Sesuai Pasal 5 Juklak Desk Pilkada DPP PPP tentang Pengusulan, Pengajuan dan Penetapan Bakal Calon Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota. Ayat 2 tertulis apabila tidak memenuhi persyaratan untuk mencalonkan paket calon sendiri, maka DPC dapat melakukan koalisi dengan partai politik yang memiliki kesamaan visi, misi dan Khittah Program Perjuangan PPP.

Selanjutnya ada poin penting pada Pasal 5 ayat 3 menyebutkan, Pertimbangan kemungkinan terpilih sebagaimana pada ayat 2 didasarkan atas kecendrungan pendapat masyarakat yang diantaranya, didapatkan melalui survey pendapat masyarakat yang dilaksanakan Lembaga Survey Opini Publik. Baik yang dikelola oleh Partai maupun Lembaga Survey Indonesia.

Dalam penentuan hasil konvensi dan penjaringan jangan sampai terjadi praktek-praktek yang tidak diinginkan. Misalnya dengan bentuk subjektif lebih memihak salah satu kandidat dan demi kepentingan pragmatis. Jangan sampai ada kesengajaan mengeliminir salah satu kandidat untuk kepentingan calon tertentu.

Jika hal ini dilakukan dengan baik dan sukses, tentunya konvensi ini akan melahirkan calon pemimpin yang memiliki kapabilitas dan kridibilitas. PPP Sumenep akan memiliki Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yang kuat dan memiliki peluang kuat menang. Sehingga untuk yang kedua kalinya PPP Sumenep mampu memenangi pilkada 2010.

Berdasarkan data yang ada PPP Sumenep hanya memiliki 7 kursi dan hanya memperoleh suara sebanyak 60.667 suara sah. Tentunya ini belum cukup memenuhi persyaratan UU No 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua UU No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Dimana dalam Pasal 59 ayat 1 ayat 2 Partai politik atau gabungan partai politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, dapat mendaftarkan pasangan calon apabila memenuhi persyaratan perolehan sekurang-kurangnya 15% (lima belas persen) dari jumlah kursi DPRD. Atau 15% (lima belas persen) dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.

Sedangkan kebutuhan dalam penganjuan dan penetapan pencalonan PPP Sumenep harus mampu memenuhi persyaratan UU yang ada. Dimana harus mencari satu kursi lagi karena 15% (lima belas persen) dari 50 Kursi DPRD Sumenep adalah 8 kursi. Sedangkan 15% (lima belas persen) dari total suara pada Pileg sebesar 560141 suara sah adalah sekitar 84021 suara. Tentunya PPP Sumenep harus koalisi dengan parpol lain agar memenuhi suara tersebut.

Sementara itu secara pemetaan dan perkembangan politik, sudah nampak Bakal Calon Bupati yang menguat. Terlihat Drs. Azasi Hasan, SE, MM, Secretary Corporate BNI 1946 Pusat menguat pada konvensi ini. Bakal Calon Bupati dari Partai Persatuan Pembangunan Sumenep ini resmi mendaftarkan diri sebagai Bacabub dari Partai Berlambang Ka’bah pada 24 Des 09.

Saat pendaftaran Azasi Hasan diantar dan didukung semua PAC PPP di Kabupaten Sumenep. Proses pendaftaran Azasi Hasan tersebut berlangsung semarak. Tepat pukul 11 kamis siang Azasi Hasan mendatangi sekretariat DPC Partai Persatuan Pembangunan Sumenep di jalan lingkar barat. Pendaftaran Azazi Hasan tersebut diantar oleh 24 PAC se Sumenep.

Ketua PAC PPP Kecamatan Lenteng, Waris Miftah menjelaskan keberangkatan Azazi Hasan tersebut sebagai langkah yang bagus. Sebab, PPP pada pilkada tahun lalu termasuk partai yang memenangkan pemilihan kepala daerah. Waris mengatakan, secara instusional semua PAC diberi keluasaan untuk menentukan figur yang akan maju dari PPP. Selama ini Azasi Hasan sudah melakukankomunikasi lebih awal kepada PAC PPP di Sumenep. (www.madurachanel.com, Kamis, 24 Des 09).

Sementara kandidat lainnya yang juga mendaftar lewat PPP Sumenep, Mustafa Supangat menyatakan siap menghadapi pelaksanaan konvensi pada tanggal 10 Januari 2010. Namun, pihaknya berharap konvensi yang akan dilakukan DPC PPP Sumenep itu, berlangsung secara terbuka dan tidak menutup-nutupi kepada publik.

“Kami memang berharap konvensi itu berjalan sesuai harapan dan mekanisme. Jangan sampai membohongi publik, karena kalau itu terjadi, konvensi tersebut akan menjadi tidak ada artinya,” terang Supangat, pada wartawan usai melakukan silaturrahim dengan para Pimpinan Anak Cabang PPP Sumenep, Selasa (29/12). (www.sumenep.go.id Selasa 29 Des 09).

Diharapkan Konvensi dan Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep periode 2010-2015 ini bisa melahirkan pemimpin amanah. Dimana dalam pelaksanaan manejemen pemerintahannya bersumber pada keinginan kuat untuk memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat Sumenep.

Semoga hasil konvensi ini bisa menjadi pendidikan politik bagi masyarakat dan langkah kedepan untuk menuju perubahan. Wallahu'alam Bishawab (*)

http://www.beritajatim.com/citizenjurnalism.php?newsid=366

Semua PAC PPP Sumenep Dukung Azasi Hasan


Kamis, 24 Desember 2009

Sumenep-Bakal calon Bupati dari Partai Persatuan Pembangunan Sumenep bertambah. Kamis siang, Azasi Hasan resmi mendaftarkan diri sebagai Bacabub dari Partai Berlambang Ka’bah. Pendaftaran Azazi Hasan didukung semua PAC PPP di Kabupaten Sumenep.

Proses pendaftaran bakal calon bupati, Azasi Hasan berlangsung semarak. Tepat pukul 11 kamis siang Azazi Hasan mendatangi sekretariat DPC Partai Persatuan Pembangunan Sumenep di jalan lingkar barat. Pendaftaran Azazi Hasan tersebut diantar oleh 24 PAC se Sumenep. Azazi Hasan termasuk putra daerah yang saat ini menjabat Secretary Coorporate Bank BNI.

Kedatangan Azasi Hasan tersebut diterima langsung oleh Baharuddin, sekretaris DPC PPP dan Ali Wafa selaku wakil ketua. Azasi Hasan termasuk salah satu Bacabup kelima yang menyampaikan berkas bakal calon bupati PPP sebelum batas akhir pengembalian.

Ketua PAC PPP kecamatan lenteng, Waris Miftah menjelaskan keberangkatan Azazi Hasan tersebut sebagai langkah yang bagus. Sebab, PPP pada pilkada tahun lalu termasuk partai yang memenanggakan pemilihan kepala daerah. W

aris mengatakan, secara instusional semua PAC diberi keluasaan untuk menentukan figur yang akan maju dari PPP. Tetapi, selama ini Azazi Hasan memulai komunikasi lebih awal kepada PAC PPP di Sumenep.

Saat ditanya soal kemungkinan di konvensi beberapa waktu mendatang, waris mengembalikan sepenuhnya kepada pengurus PAC PPP. Yang jelas, waris berharap semua PAC bisa memilih yang terbaik.

http://www.madurachannel.com/madura/politik/2724-semua-pac-ppp-sumenep-dukung-azazi.html

PENCALONAN PILKADA SUMENEP 2010 MELALUI DUA JALUR


Jumat, 8 Januari 2010

News Room, Jum’at ( 08/01 )
Mekanisme pencalonan pada Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) Sumenep tahun 2010, ditetapkan oleh KPU setempat melalui 2 jalur, yakni jalur Partai Politik (Parpol) atau koalisi parpol dan perseorangan.

Anggota KPU Kabupaten Sumenep, Hidayat Andiyanto, SH, M.Si mengatakan, untuk persyaratan pencalonan melalui parpol atau koalisi parpol ada 2 cara penghitungan, yakni penghitungan kursi dan penghitungan perolehan suara hasil Pemilu 2009 tingkat Kabupaten.

“Kalau menghitung kursi, parpol atau koalisi parpol harus memiliki sedikitnya 8 kursi di DPRD Sumenep. Kemudian, kalau menggunakan penghitungan perolehan suara sah, akumulasi suara minimal 84.021 suara,”terang Didik, sapaan akrab Hidayat Andiyanto, pada wartawan dikantornya, Jum’at (08/01).

Ia menjelaskan, persyaratan pencalonan melalui mekanisme penghitungan hasil Pemilu 2009, tidak boleh digabung tapi harus salah satu. Jika menggunakan hitungan kursi, penghitungannya harus kursi.

“Kami sudah umumkan mekanisme persyaratan pencalonan itu, agar tidak terjadi kesalah pahaman,”ungkapnya.

Sedangkan, untuk pencalonan perseorangan, katanya, sangat mudah yakni harus memiliki dukungan sedikitnya 33.001 penduduk, yang tersebar di lebih 50 persen jumlah Kecamatan di Sumenep atau 14 Kecamatan.

“Dukungan itu berupa fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga, paspor, atau keterangan domisili, yang nantinya diserahkan pada KPU oleh calon perseorangan tersebut,”ujarnya.

Sesuai jadwal yang ditetapkan KPU Sumenep, pendaftaran calon oleh parpol atau koalisi parpol dan perseorangan pada tanggal 18 hingga 22 Maret 2010. Sementara, hari “H” pilkada ditetapkan pada tanggal 14 Juni 2010. ( Nita, Esha )

http://sumenep.go.id/main.php?go=berita&xkd=11405

Sabtu, 02 Januari 2010

Seuntai Bait Mengenang kepergian Gus Dur :


Gus Dur adalah tokoh pengusung kebebasan pers.

Gus Dur juga yang membuka karakter protokoler istana menjadi cair.

Kita kehilangan orang yang mengutamakan kemajemukan.

Dia sosok yang memperjuangkan kebhinekaan.

Dia paling berani dan komitmennya luar biasa.

Gus Dur adalah sosok yang membuat terobosan demokrasi.

Kita berharap ada tokohyang bisa melanjutkan perjuangan Gus Dur.

Selain dikenal cendikiawan, kiai, demokrat, tokoh pluralis, tokoh moderat dan politisi.

Gus Dur juga dikenal orang yang humoris.

Selamat Jalan Gus Dur.


Salam Azasi Hasan Center